Kamis, 08 Maret 2012

Alhamdulillah walaupun di luar nama Romansa,Liqo tetap berjalan




بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

oleh  Rahmatullah ibnu Ahmad pada 3 November 2011 pukul 17:54 ·
Kedatangan alumni senior Ahmad Sofyan Danu mendapat respon positif dari beberapa kalangan siswa SMA Negeri 1 Gunungputri.Para pejabat-pejabat Romansa(Rohis SMAN Satu)merespon dengan menyetujui kegiatan Liqo yang di adakan kembali oleh kak Ahmad Sofyan Danu dengan mempersilahkan beberapa siswa yang ingin mengikuti Liqo dengan persyatan di luar nama organisasi  ROMANSA.Kedatangan Alumni Kak Danu selain ingin mengadakan Liqo,juga merencanakan Acara Seminar yang akan di isi oleh Kak Danu sebagai pembimbing.

Penyebab Romansa tidak mau mengatasnamakan Liqo sebagai salah satu program Romansa dikarenakan kesalahpahaman sebagian siswa-siswa dan pejabat-pejabat Romansa yang menganggap "Pengajian Liqo" berisi paham-paham salafi /Wahabbi.Liqo sendiri merupakan bagian dari sebutan pengajian dari gerakan dakwah milik PKS(Partai Keadilan Sejahtera)yang berfaham manhaj Salaf(bukan Salafi/Wahabi),jadi terlalu berlebihan menolak faham-faham lain dengan alasan "tidak cocok dakwahnya".

Gerakan Salafi di Indonesia banyak dipengaruhi oleh ide dan gerakan pembaruan yang dilancarkan oleh Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab di kawasan Jazirah Arab. Ide pembaruan ini kemudian memberikan pengaruh pada gerakan-gerakan Islam modern seperti Muhammadiyah, PERSIS, dan Al-Irsyad. “Kembali kepada al-Qur’an dan al-Sunnah” serta pemberatasan takhyul, bid’ah dan khurafat kemudian menjadi semacam isu mendasar yang diusung oleh gerakan-gerakan ini. Walaupun begitu, gerakan-gerakan ini tidak sepenuhnya mengambil apalagi menjalankan ide-ide yang dibawa oleh gerakan purifikasi Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab.

Gerakan salafi modern di Indonesia muncul di tahun 80-an. Namun pandangan orang-orang terhadap salafi ini tidak begitu bagus. Mereka menganggap salafi adalah sebuah gerakan ekstrim yang tidak kenal kompromi sama sekali. Sayangnya masyarakat menyamaratakan gerakan salafi ini. Padahal secara kasar gerakan salafi ini bisa dibagi ke dalam dua bagian yaitu Salafi Yamani/Hijazi dan Salafi Haraki (atau Salafi Ikhwan).

Ikhwani merupakan gerakan tajdid haraki yang paling besar dalam sejarah Islam yg dicetuskan oleh gagasan Rashid Ridha-Hasan al-Banna-al-Qardhawi. Sedangkan manhaj salafi hijaz adalah gagasan tajdid tauhid yg dikepalai oleh Imam Muhammad ben Baz, Ibn Uthaimiin, al-Albani, dan Yemeni connection (syaikh Muqbil).
Walaupun aqidah mereka sama, mereka berbeda pendekatan dalam beberapa isu yaitu dalam masalah pengisolasian terhadap pelaku bid’ah, sikap terhadap politik dan sikap terhadap gerakan Islam lainnya. Kedua aliran ini sangat susah untuk ditemukan.


Salafi Yamani cenderung kaku dalam menghadapi pelaku bid’ah. Mereka sering bentrok dengan masyarakat-masyarakat dan tokoh-tokoh agama setempat. Berbeda dengan dengan salafi Haraki yang memilih cara berhikmah untuk memberantas bid’ah dalam masyarakat.
Dalam persoalan politik, Salafi Yamani memandang keterlibatan dalam semua proses politik praktis seperti pemilihan umum sebagai sebuah bid’ah dan penyimpangan. Berbeda dengan Salafi Haraki yang cenderung menganggap masalah ini sebagai persoalan ijtihadiyah belaka.

Jika Salafi Haraki cenderung moderat dalam menyikapi gerakan lain, maka Salafi Yamani dikenal sangat ekstrim bahkan sering tanpa kompromi sama sekali. Contohnya Salafi Yamani menjadikan Ikhwanul Muslimin sebagai musuh utama mereka. Kebencian terhadap Ikhwanul Muslimin mencuat seiring bermulanya Perang Teluk bagian pertama. Mereka mengkritik karya-karya tokoh Ikhwan seperti Sayyid Qutubh. Mereka juga mencela dengan keras Dr. Yusuf al-Qaradhawy dengan menyebutnya sebagai musuh Allah, Yusuf sang penggunting syariat islam, dll.

"Hendaklah kamu beramar ma'ruf (menyuruh berbuat baik) dan bernahi mungkar (melarang berbuat jahat). Kalau tidak, maka Allah akan menguasakan atasmu orang-orang yang paling jahat di antara kamu, kemudian orang-orang yang baik-baik di antara kamu berdo'a dan tidak dikabulkan (do'a mereka)". (HR. Abu Zar)

"Masih tetap ada dari segolongan umatku yang menegakkan perintah Allah. Tidak menghambat dan tidak mengecewakan mereka orang-orang yang menentangnya sampai tiba keputusan Allah. Mereka masih tetap konsisten (mantap / teguh) baik dalam sikap maupun pendiriannya". (HR. Bukhari dan Muslim)

Mudah-mudahan Allah memberikan Rahmat bagi para Ahlusunnahwaljama'ah/umat Rasulullah yang mencoba berdakwah untuk memperbaiki para umat-umat rasulullah,amiin.Selama Allah sebagai tuhan tiada sekutu baginya,Muhammad di akui sebagai Rasulullah,Al Quran dan sunnah sebagai pedoman hidup,kita bersaudara sama-sama umat Islam.Hidup dakwah...hidup Tarbiyah.amiin.

Wallahu'alambisshowab

0 komentar:

Posting Komentar